Apakah Nasi Tumpeng Harus Kuning

Apakah Nasi Tumpeng Harus Kuning – Jika bicara tentang nasi tumpeng yang terbayang  adalah bentuknya yang kerucut dan berwarna kuning sehingga menggugah selera. Warna kuning ini sendiri berasal dari kunyit yang dicampur dengan beras. Tetapi tidak banyak orang yang tahu bahwa sebenarnya banyak varian nasi tumpeng selain tumpeng kuning yang selama ini melegenda.

Apakah Nasi Tumpeng Harus Kuning

Apakah Nasi Tumpeng Harus Kuning? Inilah Varian Yang Belum Banyak Orang Tahu

  • Tumpeng Ropoh

Jenis hidangan yang satu ini terbilang unik lagi karena tumpeng tetap berwarna kuning tetapi bukan berasal dari nasinya melainkan dari lauk pauknya. Selain menggunakan lauk hewani tumpeng ropoh juga disajikan bersama dengan beragam jenis pisang yang membuat warnanya meriah dengan kuning. Untuk nasi yang digunakan pun adalah nasi putih. Tumpeng ini bermakna mendalam untuk orang-orang di perantauan karena filosofinya adalah bersama-sama menyantap dengan orang senasib dan seperjuangan.

  • Tumpeng Kapuranto

Anda mungkin tidak pernah membayangkan tumpeng dengan nasi berwarna biru. Ternyata selama ini ada varian tumpeng berwarna biru yang bernama tumpeng kapuranto. Bentuk dari hidangan ini menambah informasi kita mengenai apakah nasi tumpeng harus kuning dan varian lainnya.

Yang membedakan dengan tumpeng kuning adalah warna biru yang cerah membuat penampilannya unik. Orang Jawa percaya bahwa tumpeng ini menandakan permintaan maaf dari si pembuat untuk orang yang diberi.

  • Tumpeng Ropyong

Varian tumpeng lainnya yang tidak kalah unik adalah tumpeng ropyong. Alih alih disajikan di nampan, tumpeng ini dibuat dalam bakul nasi. Lauk pauk diletakkan di bagian atas tumpeng yang ditusuk seperti sate.

Lauk pauk hidangan ini biasanya berupa terasi yang dibakar, telur ayam, serta cabai merah. Tumpeng ropyong khusus disajikan untuk acara yang bersifat sukacita seperti pernikahan atau khitanan.

  • Tumpeng Kendhit

Jika Anda penasaran dengan penjelasan apakah nasi tumpeng harus kuning maka nampaknya Anda harus tahu ada jenis tumpeng yang warnanya berlapis. Sebenarnya tumpeng tidak harus berwarna kuning karena dapat disajikan sesuai keperluan.

Seperti misalnya tumpeng kendhit yang dibuat warnanya berlapis antara putih dan kuning. Hal ini dikarenakan tumpeng kendhit dibuat dalam rangka memohon kepada sang Pencipta untuk memberikan solusi atas masalah yang ada.

  • Tumpeng Duplak

Jika biasanya tumpeng berbentuk kerucut maka lain halnya dengan tumpeng duplak. Tumpeng yang satu ini justru berbentuk cekung dan menggunakan nasi putih biasa. Lauk yang digunakan pun cukup berbeda dari tumpeng biasa yaitu berupa semur daging, telur pindang dan capcay. Filosofi dari tumpeng ini adalah agar pemilik acara dapat dikabulkan semua permohonannya.

  • Tumpeng Asrep-Asrepan

Biasanya nasi tumpeng identik dengan kemewahan dan kemeriahan dengan lauk pauknya yang tumpah ruah. Ternyata ada jenis tumpeng yang sangat sederhana yaitu tumpeng asrep-asrepan.

Tumpeng ini hanya berisi dan beberapa potong timun di pinggir-pinggirnya. Hidangan ini juga hanya menggunakan nasi putih yang dihias dengan dua lembar pisang ditata seolah merangkul nasi tumpeng. Pada jaman dahulu jenis tumpeng ini digunakan untuk mengusir roh halus.

  • Tumpeng Alus

Sesuai dengan namanya tumpeng alus berarti ‘halus’ dari bahasa Jawa. Hidangan ini disajikan dalam nasi putih. Lauk pauk yang disajikan pun bukan makanan berat melainkan jajanan tradisional seperti jadah cokelat, jadah putih, telur rebus dan ketan yang disajikan dengan parutan kelapa. Tumpeng ini menandakan ketulusan dari pemilik acara yang juga merupakan akronim dari kata ‘alus’.

Cara Membuat Nasi Warna-Warni

Beda Warna Beda Makna Ternyata Ini Arti Warnanya!

  • Warna Kuning

Tumpeng sebagai makanan yang sangat melegenda sudah melekat dalam benak kita berwarna kuning. Seringkali orang bertanya apakah nasi tumpeng harus kuning dan maknanya. Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa ada banyak jenis tumpeng dan tidak harus menggunakan nasi kuning.

Tetapi warna kuning ini sebenarnya melambangkan kekayaan dan kemakmuran karena mirip dengan warna emas. Dahulu emas sebagai logam mulia menyiratkan kekayaan pemiliknya dan dari situlah  warna kuning tumpeng berasal.

  • Warna Putih

Jenis tumpeng kedua yang mungkin sering ditemui adalah tumpeng dengan nasi putih. Meskipun terkesan sederhana sebenarnya arti putih ini cukup mendalam. Warna putih ini melambangkan kesucian dan kesederhanaan.

Untuk itu hidangan tumpeng putih cocok disajikan dalam acara ulang tahun pernikahan atau acara keagamaan yang sakral.  Tumpeng dengan warna putih seperti misalnya tumpeng alus, tumpeng duplak dan tumpeng asrep-asrepan.

  • Warna Merah Putih

Untuk tumpeng dengan varian satu ini memang jarang ditemui di hari-hari biasa. Meski demikian hidangan ini pasti ditemui dalam acara tujuhbelasan. Sesuai dengan tradisi masyarakat Indonesia menggelar tirakatan malam tujuhbelasan dimana tumpeng jenis ini disajikan.

Warna merah didapatkan dengan mencampur beras dengan rebusan bahan makanan lain seperti paprika, buah bit atau buah naga. Makna dari warna merah putih sendiri melambangkan bendera nasional Indonesia.

  • Warna Biru

Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa ada tumpeng berwarna biru yaitu tumpeng kapuranto. Meski demikian tumpeng ini memang sangat jarang disajikan dalam perayaan syukuran karena dimaknai sebagai bentuk permintaan maaf.

Warna biru dalam hidangan ini didapatkan dengan mencampurkan beras dengan rebusan bunga telang. Warna biru melambangkan warna laut dan langit dengan maksud agar si pembuat tumpeng diberikan maaf yang sedalam samudera dan seluas langit.

Infografik Jakarta Nasi Tumpeng

Tumpeng sebagai hidangan yang sangat melegenda dapat dianggap sebagai warisan kuliner Nusantara. Dengan membaca artikel ini maka Anda pun mengetahui mengenai apakah nasi tumpeng berwarna kuning. Ternyata keragaman dan filosofi tumpeng sangat beragam dan memperkaya khazanah kuliner Indonesia.

Jika Anda membutuhkan nasi tumpeng untuk dihidangkan pada berbagai acara maka segera hubungi Jakarta Nasi Tumpeng lewat 0812.9430.9199 atau email ke jakartanasitumpeng@gmail.com.

5/5 - (2 votes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *